Thursday, June 21, 2018

Lebaran Ketupat & Akhir Dari Euforia Idul Fitri


Seminggu sudah momen hari raya Idul Fitri terlewati, perlahan suasananya pun mulai memudar. Kehidupan kembali berjalan normal seperti hari-hari biasanya. Sebulan berpuasa ditambah beberapa perayaan di hari raya cukup untuk membuat sedikit perubahan atas berjalannya hari-hari biasa yang selama ini kita jalani. Indahnya menjadi Muslim, untuk sejenak setiap tahunnya kita diberi kesempatan untuk melepaskan rasa bosan dari aktifitas monoton yang setiap hari kita lakukan.

Ada 3 momen yang sangat berkesan menurut saya. Yang pertama adalah saat menyambut datangnya bulan Ramadhan, entah siapapun kita mau preman yang setiap hari mabuk-mabukan, ataupun Ustadz yang tiap malam berdzikir pasti selalu memiliki perasaan antusias saat bulan penuh Rahmat itu datang. Kemudian yang kedua adalah momen haru sekaligus bahagia yang dapat dirasakan secara bersamaan yaitu saat kita tiba di akhir Ramadhan yang berarti juga kita sudah berada didepan pintu kemenangan Idul Fitri. Sedih, haru karena Ramadhan berlalu, bahagia, lega karena hari kemenangan sudah di depan mata. Saya yakin kalian pasti juga merasakannya.

Lalu yang ketiga, adalah saat ini. Saat-saat tersedih ketika momen Idul Fitri segera berakhir. Sanak famili yang datang satu per satu mulai kembali ke rumah dan kehidupannya masing-masing lalu beberapa instansi pemerintahan pun sudah mengakhiri masa cuti bersamanya bahkan sebelum lebaran Ketupat tiba.

Lebaran Ketupat; Sebuah tradisi masyarakat Jawa yang sudah dijalani turun-temurun saat seminggu sesudah Idul Fitri dengan menggelar bermacam syukuran dengan menggunakan Ketupat sebagai simbolnya.

Dulu libur lebaran hanya akan berakhir setelah lebaran ketupat, sekarang nampaknya sudah tidak sama lagi. Bahkan tahun lalu, peserta syukuran di masjid saat lebaran ketupat menurun jumlahnya karena memang acara syukuran tersebut dilaksanakan pada pagi hari sementara beberapa warga sudah mulai masuk kerja setelah libur lebaran.

Memang benar seiring berjalannya waktu setiap perubahan pasti akan terjadi dan kita tidak akan bisa menghentikan itu. Namun saya yakin, Lebaran Ketupat pasti akan selalu ada dan di laksanakan dengan penuh semangat setiap tahunnya. Tak perlu dipertanyakan lagi alasannya, karena Lebaran Ketupat adalah sebuah tradisi turun-temurun yang akan selalu dilaksanakan sebagai penutup Euforia Hari Raya Idul Fitri.

Untuk tahun ini Idul Fitri 1439 H memang akan segera pergi, namun dengan semangat dan doa yang terus terucap Insyallah tahun depan kita akan kembali di anugerahi kesempatan untuk menyambutnya lagi.

Ditulis oleh: Sigit Putranto

No comments:

Post a Comment

CONTACT

Follow by Email