Thursday, May 10, 2018

Saat Aries Susanti Rahayu Mengukir Prestasi Level Dunia, Gadis Lain Seusianya Tengah Dimabuk Asmara


Kabar tentang prestasi Atlet muda dalam olah raga Panjat Tebing, Aries Susanti Rahayu segera meluas. Aries yang berasal dari sebuah desa di pelosok Kabupuaten Grobogan ini mampu membuat jutaan pasang mata terkagum-kagum setelah melihat video pertandingan final saat Aries mengandaskan perlawanan Atlet Rusia Elena Timofeeva. "Spider Women From Indonesia" kata salah satu akun Facebook Michael Santini yang setelah saya telusuri ternyata seorang Atlet panjat tebing juga asal Italia.

Di usia yang masih belia, Aries sudah mengukir prestasi tingkat dunia sekaligus mengharumkan nama Bangsa Indonesia. Lalu apa yang dilakukan gadis-gadis lain seumurannya? Miris, entah kenapa kata itu yang segera melintas dibenak saya ketika pertanyaan tersebut muncul. Beberapa saya lihat diberbagai tempat maupun waktu, gadis lain diusia emas seperti Aries justru sedang sibuk dan sampai ada yang lupa diri dengan kegiatan "Wajibnya" itu, diantara yang saya temui adalah seperti ini:

1. Main aplikasi Tik-tok, Musical.ly dll.
Tak bisa dipungkiri memang,kemajuan jaman bagi beberapa yang cerdas memanfaatkan, akan berimbas positif. Mereka bisa menjadi sukses dan terkenal karena berhasil memanfaatkan kemajuan teknologi dengan tepat. Namun bagi yang awam tapi sok mengetahui segalanya, mereka akan mengikuti derasnya arus kemajuan teknologi tanpa kontrol dan pemahaman hingga akhirnya dia hanya akan terseret dan terombang-ambing tanpa tujuan yang jelas. Yah, seperti mereka yang saya maksud di poin pertama ini.

2. Sedang Dimabuk Asmara
Banyaknya sinetron sampah dijam-jam primetime TV di Indonesia turut memiliki andil besar atas mekarnya bunga asmara berbalut kisah-kisah lebay para muda-mudi Indonesia. Mereka akan bertingkah atau sengaja menciptakan suasana yang disetting mirip dengan adegan disinetron yang sering mereka tonton. Contohnya kemarin saya melihat dan memperhatikan seorang cewek di sebuah minimarket, sebelum turun dari boncengan motor lelaki yang saya yakin adalah pacarnya, dia berpesan pada pacarnya itu agar mau menunggunya belanja dengan panggilan "Boy-ku, tungguin disini ya" sementara si cowok menyambutnya dengan jawaban "Baiklah Reva-ku" uwwhoooeeek!!! Perut saya semakin mual saat melihat keduanya membuka helm Full Face-nya.

3. Menjadi Pecandu Sosial Media
Yang ini banyak banget spesiesnya. Sering kita jumpai dibeberapa sosial media terutama Instagram dan Facebook. Nyaris tiap jam berganti wajahnya selalu malang melintang di Timeline. Tak peduli se-menyebalkan apa wajahnya mereka bakal selalu berdalih "Hallooooo! Ini sosial media, kalau gak mau lihat foto ya nonton TV saja" saat ada yang menegurnya.

Saya memang yakin tak semua gadis seusianya seperti itu. Tapi faktanya memang gadis yang seperti itu lebih mendominasi jumlahnya.

Memang benar semua orang mempunyai potensinya masing-masing. Tapi tetap saja butuh kerja keras dan konsisten untuk memoles potensi itu hingga bisa menjadi sesuatu yang berguna kelak. Nah, kerja keras itulah yang membedakan Aries dengan gadis lain seusianya. Dari informasi yang saya dapatkan dari keluarganya, sejak menekuni olah raga panjat tebing ini, Aries selalu fokus dan konsisten. Padahal jika dilihat olah raga ini sama sekali nggak keren untuk seorang cewek jika dibanding Volley, Tennis atau Atletik. Namun Aries terus giat berlatih dan berlatih.

Untuk para gadis lain terutama yang masih muda dan berada di usia emas. Didepan kalian sudah ada contoh nyata bahwa perempuan Indonesia itu sebenarnya tangguh dan tak melulu kalah dengan mereka yang berambut pirang dan berkulit putih. Kembangkanlah potensi kalian. Atur dan takar seefektif mungkin waktu antara bermain, belajar atau bergaul. Kalian memiliki banyak contoh positif dan negatif. Jika ingin sesuatu yang positif kalian tinggal mengikuti jejak mereka para juara yang berprestasi seperti Aries tadi yang saya sebutkan atau Susi Susanti dulu yang sukses meraih medali emas olimpiade maupun Sri Mulyani yang menjadi direktur Utama di Bank Dunia.

Dan sebaliknya, jika mencari contoh negatif pun banyak sekali di Indonesia ini. Saya tidak akan menyebutkan karena saya yakin kalian bisa dengan mudah mendapatkan contoh negatifnya. Menjadi sukses dan mengukir prestasi sudah menjadi hak semua orang sejak mereka dilahirkan, penuhilah tanggungjawabnya dulu dengan kerja keras dan konsisten lalu hak-mu untuk menjadi juara akan otomatis kamu raih.

Ditulis oleh: Sigit Putranto

No comments:

Post a Comment

CONTACT

Follow by Email