Friday, May 4, 2018

Jadi Juru Dengar Curhat, Masih Ampuh Buat Mengambil Hatinya

Hai para kaum pecinta dan pesakitan karena cinta terutama buat kamu cowok yang hingga kini perjuangannya masih belum mendapatkan titik terang, Sabar, saya mengerti yang anda rasakan.

Oke, disini saya akan membagikan pengalaman saya dengan sebuah "Jurus" yang pada masanya sangat ampuh dalam menggaet cewek. Jadi tolong simak dengan penuh konsentrasi ya, biar perjuanganmu menggaet hatinya jadi lebih mudah.

Dalam mendekati seseorang yang sudah kita tandai sebagai Target, umumnya akan diawali dengan PDKT atau kepanjangannya Pendekatan. PDKT adalah sebuah fase dimana kita ingin mencoba lebih dekat dan mengenal sosok lawan jenis yang sudah membuat hati kita terpikat. Entah itu karena kecantikannya, kebaikannya maupun karena adanya kebiasaan bahwa kita sering bersamanya, kalau orang Italia bilang "Witing trisno jalaran soko kulino".

Nah, sebetulnya banyak sekali berbagai trik kreatif untuk PDKT-in si pujaan hati yang telah menjadi target. Umumnya semua itu akan diawali dengan meminta nomor telepon atau akun pribadi media sosialnya. Dan beruntung, kemajuan teknologi dijaman sekarang ini menjadikan kegiatan ngemis-mengemis kontak pribadi Si target jadi lebih mudah.

Baiklah, dari sini saya akan memulai menceritakan kisah pengalaman saya. Sebagai orang yang melek teknologi, saya pun tak mau ketinggalan untuk memanfaatkan kesempatan emas di era kemajuan jaman ini termasuk dalam urusan per-PDKT-an. Dulu awal mula Facebook mulai dikenal orang, saya selalu bisa dengan mudah mendapatkan kontak pribadi cewek yang menurut saya menarik walau hanya melihat dari foto profilnya saja (Bukan menyombongkan diri, ini nyata lho).

Dengan mudah pula saya mengakrabkan diri kemudian mulai mengeluarkan jurus-jurus andalan saya, salah satunya yaitu menjadi juru dengar atas apa-apa yang menjadi curhatan Si target. Jangan salah, dari dulu jurus itu selalu ampuh dalam mengambil hati si cewek yang kita suka. Fakta bahwa wanita adalah makhluk yang lembut dan lebih didominasi perasaan ketimbang logika menjadikan jurus andalan saya ini makin ampuh saja. Cukup dengan sedikit umpan agar membuat dia merasa diperhatikan, maka keluarlah semua uneg-uneg darinya. Bahkan kadang dia mengaku tak pernah menceritakan curhatannya itu kepada orang lain sebelum ini. Mantap! Dengan itu artinya saya sudah selangkah lebih dekat.

Setelah Si Target merasa nyaman dan mulai menaruh kepercayaan, saat itulah saya mulai sedikit jual mahal. Awalnya saya yang sering memulai untuk melakukan Chat/SMS dulu, namun setelah Si Target terkena jurus saya tadi, kini semua menjadi terbalik. Doi jadi rajin buat nge-chat duluan bahkan kalau sehari nggak ada kabar, doi bisa ngambek nggak jelas, padahal pacaran saja belum. Top! Dua langkah semakin dekat.

Kemudian langkah terakhir, saat dia sudah sangat nyaman dan percaya sepenuhnya hingga mulai timbul kesan "Sehari tanpamu aku kehilangan semangat hidup" saat itulah jurus pamungkas saya keluarkan. Jurus pamungkas milik saya ini sangat membutuhkan pengorbanan. Entah tenaga, waktu bahkan materi.

Bagaimana caranya? Ya, setelah saya menjadi juru dengar setianya, otomatis saat itu saya juga menyelipkan berbagai motivasi dan pilihan solusi untuk setiap masalah yang dicurhatkannya. Saat itulah akan mulai tertanam dibenaknya, bahwa saya ini adalah lelaki yang bijak dengan berbagai solusi dewasa yang saya berikan. Dan jurus pamungkas ini saya sebut dengan Pembuktian. Saya mulai membuktikan dengan action atau tindakan nyata atas apa yang telah saya katakan dalam setiap motivasi yang saya selipkan tadi.

Sebagai contoh, waktu itu Si Target sedang galau, bingung, dan bimbang dengan kondisinya yang serba salah. Dia berada diantara meninggalkan atau tetap berhubungan dengan pacarnya saat itu. Jika meninggalkan, dia takut akan sulit melupakannya mengingat jalinan hubungan yang mereka jalani sudah bertahun-tahun lamanya, bahkan kedua orang tua masing-masing juga sudah mengetahui. Sedangkan jika mau tetap menjalani hubungan, sebenarnya dia juga takut dan sudah tidak tahan lantaran sering diperlakukan kasar baik melalui perkataan maupun tindakan.

Saat itulah saya menasehatinya, tentu saja sebagai calon "Pemain Pengganti" saya harus sedikit menjadi kompor agar si doi segera menyandang status single yang masih fresh. Saya katakan "Kalau kamu sayang dengan dirimu sendiri, tinggalkan dia. Buat dirimu kembali bebas dan lepas dari kekangannya". Dia masih memang menjawab "Tidak bisa". Alasannya dia memang sudah tidak tahan, tapi jauh dilubuk hatinya, dia masih mencintai pacarnya itu. Dia merasa akan kesulitan saat ingin melupakannya terlebih dia juga tahu, tak mudah untuk membuat pacarnya itu bisa menerima keinginannya untuk mengakhiri hubungan. Pacarnya itu termasuk orang nekat dan nggak segan-segan main tangan kalau sedang emosi.

Dari situ dapat saya ambil kesimpulan, bahwa si Doi sebenarnya hanya butuh seorang pengganti yang lebih bisa memberikan warna hingga dia bisa melupakan kenangan yang sudah dilalui bersama pacarnya. Dia takut nggak bisa Move On karena saking lamanya menjalin hubungan. Saat itulah saya menawarkan diri sebagai "Pemain Pengganti" dan berjanji akan membawa hal-hal baru yang selama ini tak pernah dia dapatkan dari pacarnya.

Tanpa penolakan tegas, dia menjawab "Jalani dulu". Ini adalah jawaban ngambang, tapi setidaknya sudah boleh pegang-pegang tangan meski secara kasarnya saya ini hanyalah "Selingkuhan sementara" sambil menunggu dia siap memutuskan si "Kekasih resminya".

Tentu saya tak akan diam saja dengan status yang sedikit kurang terhormat ini, sambil menerima status tidak terhormat ini, sayapun memberikan berbagai masukan agar segera mengambil keputusan tegas dengan tanpa paksaan tentunya. Dan yah, akhirnya dia memilih saya karena dia tahu setelah sedikit merasakan saat-saat bersama saya ternyata lebih menyenangkan daripada dengan pacarnya. Dari situlah akhirnya dia benar-benar melepaskan status hubungan dengan pacarnya, meski terjadi sedikit konflik, namun saat itu kami berhasil melewatinya. Kemudian sayapun dengan bangga mengumumkan bahwa saya telah resmi menyandang status sebagai pacar utama dan satu-satunya.

Itu hanya sedikit contoh yang saya ambil dari pengalaman pribadi. Saya akan menyimpulkan apa poin yang terkandung dalam kisah saya itu. Kesimpulannya adalah kamu harus berani, meski dia sudah punya pacar sekalipun, jika menurutmu dia bisa menarik hatimu dan kamu merasa akan bahagia jika memilikinya, maka dekatilah. Tapi ingat, kamu tetap harus memiliki rasa "Tahu diri" dan "Kesabaran". Tunggu mereka berpisah sambil kamu mencoba menjadi Juru Dengar disetiap permasalahannya. Dari sana kamu akan menemukan banyak sekali celah yang bisa kamu masuki untuk segera mengambil hatinya.

Oke itulah sedikit kisah pengalaman dari saya, semoga bisa menjadi referensi buat kalian para pecinta dan pesakitan karena cinta agar lebih mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi serta sedikit memiliki variasi dalam melakukan aksi pendekatan.


Ditulis oleh: Sigit Putranto

No comments:

Post a Comment

CONTACT

Follow by Email