Thursday, May 10, 2018

5 Hal Yang Membuat Puasa Ramadhan Terasa Berat Versi Sigit Putranto


Sudah siapkah kamu menyambut bulan suci Ramadhan yang hanya tinggal beberapa hari lagi? Eh Nggak ding, seharusnya pertanyaannya gini, sudah bersyukurkah kamu segera bisa berjumpa kembali dengan bulan suci Ramadhan tahun ini? nah itu baru bener. Kenapa begitu? Karena saya pribadi sebagai muslim yang imannya masih kalah tebal dari selembar opak ketela ini, masih saja menganggap bulan Ramadhan adalah sebuah rintangan yang sulit.

Padahal konon kata para Ustadz, bulan suci Ramadhan itu sebenarnya adalah anugerah, hadiah dan bahkan bisa disebut sebagai salah satu pemberian Allah yang sangat berharga. Alasannya, dibulan suci Ramadhan semua pintu pengampunan dosa selalu terbuka, bahkan untuk seluruh dosa-dosamu yang sudah kamu lakukan selama kamu hidup hingga saat ini, boleh saja bakal dihapuskan dan mendapat pengampunan. Sungguh kesempatan emas bertabur intan permata kalau kata bung Hadi "Ahay" Gunawan komentator bola.

Namun tentu saja ada syaratnya, karena sesuatu yang nikmat itu pasti selalu punya syarat, tak terkecuali syarat agar seluruh dosamu diampuni seperti yang saya sebut diatas tadi. Dan berpuasa selama 30 hari penuh adalah syarat utamanya disamping ibadah lain yang pahalanya juga bakal di Combo sama Allah. Tentu saja bagi Muslim yang level keimanannya sudah dewa banget, puasa selama 30 hari nggak bakalan jadi masalah, bahkan 30 tahun pun sanggup mereka jabanin demi tujuan mulia yakni menjalankan kewajiban yang diberikan olehNya.

Nah, tapi nih kalau buat Muslim ampas tahu macam saya, berpuasa selama 30 hari akan terasa sangat berat meskipun sudah setiap tahun menjalaninya. Dan itu selalu saja butuh adaptasi di awal-awal saya berpuasa. Dan beberapa hal yang terberat dalam menjalankan ibadah puasa dirangkum dari pengalaman seorang pria yang nggak pati'o beriman, yaitu saya sendiri terdapat 5 faktor.

Apa saja? Berikut akan saya ungkap satu persatu yah supaya siapa saja yang membaca tulisan ini mungkin berkenan memberikan saya sedikit tausiah atau tips khusus untuk mengatasi kelima hal terberat versi Sigit Putranto dalam menjalankan ibadah puasa.

1. Adaptasi
Saya adalah pecinta kopi hitam di pagi hari sebelum jam sarapan. Kegiatan nggak berguna itu sudah saya jalankan selama bertahun-tahun dan jika sehari saja tidak nyruput kopi saat pagi hari entah kenapa rasanya selalu ada sesuatu yang hilang dalam sehari itu pula. Tentu saja saat bulan puasa kakau ngopi pagi-pagi merupakan hal terlarang. Maka butuh adaptasi untuk menahan kebiasaan buruk itu barang sebulan saja.

2. Memunculkan Nafsu Makan Saat Waktu Sahur
Hanya dibulan puasa saja begitu bangun tidur dan masih dalam kondisi setengah sadar, mulut harus dipaksa mengunyah makanan. Disitulah terjadi gejolak antara bertahan melawan ngantuk atau pasrah saja dan makan sambil tidur. Jangan bercanda, meski tidur dan makan termasuk 2 hal ternikmat dalam hidup, tapi keduanya tak akan pernah terasa nikmat lagi jika dilakukan secara bersamaan.

3. Tanpa Rokok, Inspirasi Tersendat
Sebagai seorang penulis sebuah Blog meskipun masih abal-abal, sebuah kreatifitas adalah segalanya karena tanpa kreatifitas tak akan lahir konten-konten berkualitas yang membuat blog kita ramai dikunjungi. Dan sialnya, saya adalah tipe perokok berat yang sering menghabiskan 2 batang rokok hanya untuk satu paragraf didalam artikel yang saya tulis. Entah kenapa, tanpa merokok otak saya ini mendadak dehidrasi akan imajinasi serta ide-ide kreatif. Sedangkan saat berpuasa, meski tidak membuat kenyang atau menghilangkan haus, merokok juga masuk dalam daftar larangannya.

4. Jam 10 Yang Seperti Memiliki Zona Waktu Sendiri
Entah hanya saya atau kalian juga merasakannya, setiap kali berpuasa tiap tiba jam 10 pagi seakan jarum jam itu melambat untuk menuju ke 11 dan 12. Saya seakan-akan berada didalam zona waktu yang berbeda. Saya pikir mungkin karena jam 10 adalah jam dimana asupan karbohidrat saat sahur mulai menghilang. Perutpun kembali berteriak dan disaat yang sama mendapat dukungan dari tenggorokan yang tiba-tiba saja mengeringkan dirinya. Maka lapar dan haus berkolaborasi secara kompak di jam 10 pagi saat sedang padat-padatnya kerjaan.

5. Menahan Nafsu Makan Itu Soal Mudah, Berbeda Dengan Nafsu...
Sebagai lelaki sejati, you know-lah. Kebutuhan hasrat seksual bagi pria adalah hal yang wajar. Bagi mereka yang normal saat nafsu birahi tak tertahan, cukup mengunjungi mbah XNXX maka selesai persoalan. Masalahnya, mengunjungi si Mbah itu juga masuk dalam daftar larangan dalam berpuasa. Sedang menahan nafsu birahi itu lebih berat ketimbang menahan nafsu makan.

Dari kelima hal tersulit ketika berpuasa Ramadhan versi saya diatas, apakah diantara kalian ada yang punya solusinya? Kalian boleh menuliskannya dikolom komentar dibawah. Siapa tahu salah satu solusi dari kalian bakal berhasil membuat saya melenggang mulus melewati 30 hari puasa wajib tanpa bolong walau cuma sehari. Tentu saja pahala dan berkah juga kalian dapatkan andai saran kalian ternyata dapat memberikan saya petunjuk untuk semakin mempertebal iman.


Ditulis oleh: Sigit Putranto

No comments:

Post a Comment

CONTACT

Follow by Email