Monday, May 14, 2018

3 Cara Ini Berhasil Menekan Rasa Malas Yang Sudah Mengakar Dalam Dirimu


"Wis Kere, Keset sisan! Mati wae rak wis!!!" (Sudah miskin, pemalas lagi. Kenapa nggak mati saja!!!)

Bagi orang Jawa, malas adalah malapetaka. Terkadang meski lahir dari keluarga kekurangan, seseorang tetap akan mendapat kehormatan jika ia rajin, tekun dan ulet. Misalnya saja saat hendak melamar kekasih, apa yang bisa kamu berikan kepada calon istrimu kelak? Pertanyaan itu yang umumnya muncul dari orang tua calon istri. Jika kamu dari keluarga biasa dan tak memiliki cukup kekayaan untuk dibanggakan, maka apalagi selain ketekunan. Bayangkan jika kamu malas, sudah miskin malas lagi. Mertua mana yang mau mempasrahkan putri tercintanya kepada lelaki model begitu.

Untuk menghindari malas, kamu harus memulai dari hal kecil dalam hidupmu. Karena sifat malas memang sangat mendasar dan cenderung menjadi kebiasaan jika dibiarkan. Begitu juga dengan sifat rajin, kamu harus membiasakannya meskipun sedikit harus memaksa. Jika ada orang bilang kemalasan dan kerajinan adalah bawaan dari lahir, mereka salah kaprah. Sifat manusia yang alami hanyalah makan saat lapar, minum saat haus dan tidur saat mengantuk. Jika sifat malas itu bukan berasal dari bawaan tapi murni karena kebiasaan.

Untuk melatih diri supaya tidak terjebak dengan kebiasaan sifat malas, saya akan berbagi beberapa tips yang saya kira akan sangat berguna bagi kamu yang kesulitan menghindari kebiasaan malas.

1. Tidurlah Secukupnya
Jangan suka begadang, karena sifat malas biasanya pemicu utamanya adalah rasa ngantuk, lemas dan kurang tenaga. Itulah sebabnya kenapa saya menyarankan agar saat waktunya tidur, maka tidurlah. Sambut hari baru besok dengan semangat baru, badan yang segar dan tenaga yang telah dicharge penuh 100%

2. Dahulukan Tanggung Jawab
Meski hal terkecil sekalipun, jangan pernah suka untuk menunda pekerjaan yang telah menjadi tanggung jawabmu. Misalkan saat sedang berada pada sebuah Deadline pekerjaan, sebaiknya kerjakan selagi waktu masih banyak setelah itu barulah kamu boleh beristirahat penuh. Jangan sampai kamu mendahulukan istirahatmu karena merasa tenggat waktu masih panjang, dan saat sudah mepet baru kamu bingung dan panik untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah diambang batas waktu.

3. Buatlah Hidupmu Berpola
Ini sangat penting, jika hidupmu terpola dengan rapi, semuanya otomatis akan berjalan lancar. Misalkan kamu memulai aktifitas pada pukul 06.00 pagi. Kemudian mandi setengah jam sesudahnya. Jika jam masuk kantormu adalah jam 08.00 maka berangkatlah setengah jam sebelumnya. Buatlah itu rutin dan terus berulang termasuk saat tiba waktunya beristirahat. Jam tidur dan bangun juga perlu dimasukkan kedalam jadwal keseharianmu. Meski ribet, tapi percayalah, dengan pembagian pola berdasar pada waktu yang rapirasa malas tak akan memiliki ruang dikehidupanmu.

Ketiga poin diatas telah saya aplikasikan kedalam keseharian saya. Dulunya saya adalah seorang yang sering tidur larut malam, kemudian dengan jam tidur yang kurang saya berangkat kerja. Hasilnya saat sampai ditempat kerja rasa ngantuk menjadi musuh utama saya. Dan itu terus berulang hingga saya melakukan sebuah kesalahan yang cukup fatal terhadap tanggung jawab atas pekerjaan saya. Si Bos marah, alasan saya tak lagi berarti dan pemutusan hubungan kerja-lah yang akhirnya saya terima.

Pengalaman nyata saya tersebut hanyalah salah satu contoh dari dampak buruk melestarikan sifat malas. Akan lebih mengerikan lagi dampaknya jika sifat malas masih kamu pertahankan bahkan saat kamu sudah hidup berumah tangga.


Penulis: Sigit Putranto

1 comment:

CONTACT

Follow by Email