Wednesday, April 25, 2018

Profesi Pemandu Karaoke Jika Dilihat Dari Dua Sudut Pandang Berbeda


Kerap dicurigai, dipandang sinis dan mendapat auto judge rendah di mata masyarakat. Itulah resiko yang harus diterima saat seorang wanita memutuskan untuk menggeluti profesi sebagai LC (Lady Companion) disebuah tempat hiburan Karaoke. Pakaian seksi, make up mencolok serta jam kerja malam menjadikan mereka sering dikaitkan dengan stigma publik yang menganggap mereka tak berbeda dengan PSK.

Namun pada kenyataannya memang semua anggapan masyarakat itu tak sepenuhnya tepat. Dari pengalaman pribadi, kerap beberapa kali saya temui atau mengenal seorang LC yang memang murni berprofesi sebagai pemandu disebuah tempat karaoke. Mereka terang-terangan tak pernah mau untuk diajak Chek In saat ada permintaan dari tamunya bahkan dengan iming-iming uang yang lumayan besar tak cukup membuat mereka tergoda. Alasannya cukup bikin hati terhenyak, mereka hanya fokus mencarikan nafkah untuk membesarkan anak-anaknya.

Jika dilihat dari sudut pandang yang nyantai, mereka sebenarnya justru layak disejajarkan dengan seorang ibu petarung yang rela menanggung malu dan menahan cibiran mulut pedas para tetangga demi untuk anak-anaknya. Memang tak semua LC adalah seorang yang telah memiliki anak, namun sisi positifnya adalah bagaimana seorang perempuan rela terjun kedunia hitam dengan segala resikonya demi mencari sesuap nasi.

Namun semua akan berbeda saat kita melihat mereka dari sudut pandang ibu-ibu nyinyir level neraka jahanam. Berbagai pertanyaan jahat pasti akan muncul dibenak kita. Mulai dari "Dasar perempuan murahan, apa nggak ada cara lain buat nyari duit?" Atau bisa juga "Anak kok dikasih makan duit haram, apa nggak takut kena karma?" Dan masih banyak lagi kalimat nyinyir dari para Ibu-ibu terutama bagi yang suaminya kerap ketahuan mampir ketempat hiburan karaoke. Mereka akan membenci sang LC sejadinya, padahal suaminya datang ketempat hiburan adalah atas keinginan sendiri.

Semua memang tergantung dari sudut pandang mana kita melihat mereka. Namun disadari atau tidak, mereka yang berprofesi sebagai LC karaoke juga adalah seorang manusia. Mereka layak mendapat hak hidup yang sama. Keputusan terjun ke dunia hiburan malam bisa saja adalah pilihan terakhirnya agar bisa melanjutkan kehidupannya didunia dengan layak.

Satu hal yang pasti, jika kalian menyebut pekerjaan mereka mudah dan hanya pemalas saja yang mau menekuninya, kalian salah. Pekerjaan mereka justru penuh dengan resiko, bahkan terkadang nyawa menjadi taruhannya. Sudah banyak sekali contoh kasusnya, seperti ketika pengunjung tiba-tiba menaruh hati dan tak bisa lepas dari si LC, bisa saja mereka akan nekat melakukan hal yang mengerikan saat cintanya mendapatkan penolakan.

Kesimpulannya, profesi LC Karaoke sangat berbeda dengan PSK, dan tak semua dari mereka mau melayani permintaan untuk melakukan hubungan seksual.

1 comment:

  1. Profesi ini emang dipikiran masyarakat negatif, ntah kenapa bisa begitu ya

    ReplyDelete

CONTACT

Follow by Email