Wednesday, April 25, 2018

Kinal Yang Mendadak Hadir Di Mimpi Binal


Yah namanya mimpi memang tak ada batasnya dan kadang suka kurang ajar. Apapun bisa terjadi di dalam mimpi. Termasuk seperti mimpi yang baru saja saya alami semalam. Entah kenapa saya yang bukan seorang penggemar JKT48 bisa kedatangan salah satu membernya didalam mimpi saya. Adalah Kinal yang lancang dan tanpa Assalamualaikum tiba-tiba mendatangi mimpi saya.

Saya sebenarnya nggak keberatan seorang seperti Kinal datang didalam mimpi saya tanpa izin, cuma saya kan belum siap. Jadi di mimpi saya semalam itu saya menjadi seorang traveller yang sedang melakukan perjalanan kesebuah tempat wisata. Dan didalam kapal yang saya tumpangi itulah yang ternyata ada sosok Kinal JKT48. Saya baru menyadarinya ketika ombak besar tiba-tiba menghantam kapal yang kami tumpangi hingga kocar-kacir seperti kena meriam.

Semua penumpang panik, berteriak minta tolong. Tak lama kemudian keadaan menjadi hening, teriakan-teriakan para penumpang lenyap entah kemana begitupun keberadaan mereka. Aku mulai lelah terus-terusan berenang ditengah lautan tanpa menggunakan pelampung. Pandanganku melemah hingga akhirnya kesadaranku mulai hilang.

Entah bagaimana begitu tersadar aku sudah berada dibibir pantai sebuah pulau terpencil. Tak nampak jejak seorangpun yang meninggali pulau ini. Ketika aku berkeliling untuk mencari bantuan, tiba-tiba disisi pantai lain aku melihat seseorang sedang terbaring tak sadarkan diri. Saat aku dekati ternyata itu adalah Kinal. Dia terbaring dan terlihat jelas bahwa dia masih bernafas, dia masih hidup, Syukurlah. Aku kemudian mengangkat tubuhnya ketempat yang lebih kering dan mencoba menyadarkannya.

Tak lama ia pun tersadar dan nampak bingung perihal apa yang baru saja menimpanya. Aku memperkenalkan diri kemudian aku ceritakan semuanya termasuk tentang kecelakaan kapal yang kami berdua tumpangi. Dia panik, menangis dan takut. Aku mencoba menenangkannya dan memberinya sedikit harapan bahwa cepat atau lambat akan ada seseorang yang menemukan kami disini saat mereka menyadari ada kapal penumpang yang tenggelam.

Hari mulai gelap, aku mencoba membangun sebuah gubuk sederhana berbahan kayu dan daun yang aku ambil dari sekitar pulau. Perasaan was-was dan takut melekat semenjak matahari menyembunyikan dirinya. Wajar saja, ini adalah sebuah pulau yang sama sekali tak ku kenal. Tak ada yang tahu kalau tiba-tiba ada binatang buas atau yang paling seram adalah suku pedalaman kanibal yang suka memakan daging manusia. Namun perasaan takut itu seakan tertutupi saat melihat ada seorang perempuan yang juga bernasib sama sepertiku. Sebagai lelaki aku harus bisa diandalkan, Pikirku.

Kinal nampak masih terdiam dan belum bisa sepenuhnya menerima keadaannya. Aku mencoba mengajaknya ngobrol agar sedikit membuatnya tenang. Aku menyuruhnya masuk ke gubug yang telah kubuat agar tak kedinginan. Didalam gubug sederhana itu kami mengobroln. Satu hal yang membuatku senang, dia mulai nampak tersenyum dan kau tahu, ternyata dia tidak sombong jika melihat kapasitasnya sebagai public figur. Kami terlibat pembicaraan tentang banyak hal sampai akhirnya ia merasa ngantuk dan ingin tidur.

"Baiklah, kamu tidur saja biar aku yang berjaga-jaga". Kataku. Siapa tahu ada binatang buas atau kalau beruntung ada kapal melintas aku bisa segera meminta bantuan. Tak lama Kinal tertidur, dengan penerangan dari lampu senter kapal yang ikut terseret ombak bersamaku kupandangi Kinal saat sedang tertidur. Astaga, dia benar-benar cantik, kulitnya bersih dan aroma parfumnya masih tercium olehku meski seluruh badannya basah kuyup oleh air laut.

Pikiran kotor mulai merasukiku. Bayangkan saja, ditempat yang sepi dan jauh dari jangkauan ini hanya ada aku dan seorang perempuan cantik, artis lagi. Keadaan bajunya yang basah dan samar-samar memperlihatkan pakaian dalamnya membuat pikiran kotorku semakin berkecamuk. Setan dan malaikat bertarung dalam pikiranku. Setan menyuruhku untuk melakukan apa yang otak kotorku pikirkan, sementara malaikat melarangku, karena tugasku adalah menjaganya bukan untuk mencelakainya. Jangan jadi pagar yang memakan tanamannya sendiri.

Aarrgh! Mana yang akan aku dengarkan? Setan atau malaikat?

Kalian benar, aku memilih mendengarkan setan. Aku mulai mendekati Kinal yang sedang terlelap dengan kaosnya yang agak menyingkap dan memperlihatkan bagian perutnya yang putih, mulus tanpa cela sedikitpun. Tak ada yang bisa menahanku lagi sekarang, aku akan melakukannya. Aku tidak peduli kalaupun Kinal akan berontak dan berteriak karena tak ada satupun orang lain disini kecuali kami. Aku memulai dengan menggerayangi pahanya yang hanya tertutup dengan rok tipis yang basah terkena air laut. Aku perhatikan dia nampak tak merespon, nyenyak sekali tidurnya.

Dengan perasaan menggebu-gebu aku beranikan diri untuk mengangkat roknya keatas lalu memplorotkan celana dalamnya. Aku sudah tidak sabar lagi untuk melihat bagaimana bentuknya, apakah sama dengan yang biasa kulihat di situs-situs JAV di jepang sana? Ketika aku akan melakukannya tiba-tiba kakiku terasa dingin, ujung jempol kaki seperti ada yang menekannya. Kemudian suara mengerikan muncul "Le tangi, ndang Sholat Subuh" begitu bunyinya.

Karena suara itu akupun tersadar, itu adalah suara nenekku yang menyuruhku untuk segera bangun dan melaksanakan Sholat Subuh. Ah sial! Padahal sedikit lagi tadi, batinku.


Ditulis oleh: Sigit Putranto

2 comments:

CONTACT

Follow by Email