Saturday, February 17, 2018

Bahayanya Sifat Malas Yang Dapat Menghancurkan Hidupmu

Rasa malas membunuhmu!

SUKSES dan tidaknya seseorang adalah murni dari diri mereka sendiri. Memang benar sebagian ada juga yang merupakan keberuntungan. Terlahir dari keluarga yang kaya raya misalnya, jadi mereka hanya tinggal meneruskan saja kerja keras yang telah dibangun oleh orang tuanya. Tapi apa kamu yakin walaupun hanya 'tinggal' meneruskan semua akan berjalan dengan mudah? Ternyata tidak seperti itu lho.

Beberapa dari mereka yang terlihat beruntung karena memiliki orang tua yang kaya raya justru masih harus bekerja keras serta belajar dengan tekun sambil mengemban tanggungjawab sebagai 'penerus' dipundaknya. Sekali ia gagal maka tekanan yang didapat bisa dua kali lebih berat jika dibanding orang biasa seperti kita ini. Satu contoh, Saya sendiri misalnya, saat dalam bangku sekolah dulu mendapatkan nilai jelek atau tidak naik kelas, orang biasa seperti saya ini paling cuma disambit pakai sendal terus diomelin secara bertubi-tubi, 2 hari juga kelar besok dah baik lagi. Beda dengan orang berada dan terpandang, begitu nggak naik kelas langsung dipindah deh ente keluar negeri, malu-maluin aja! Gitu konsekuensinya. Namun juga gak bisa dibilang saya bangga dengan keadaan tersebut, dari keluarga kaya ataupun biasa saja intinya semua butuh kerja keras jika kepengen sukses.

Lihat deh Mie Instant, yang judulnya jelas-jelas Instant saja masih harus direbus dulu untuk dimakan, itupun masih perlu usaha lagi dengan menyobek bungkus bumbunya terus ditambahin kerupuk biar dengan tujuan biar mie itu jadi enak. Gak bisa langsung kamu buka bungkusnya terus makan, bukan kenyang malah jadi eman-eman. Sama halnya dengan kesuksesan, meskipun kamu bisa melakukannya dengan instan karena keluarga kamu sudah kaya, tapi saya yakin gak bakal semudah membalik telor dadar untuk bisa menuju kesuksesan yang hakiki.

Sesuai dengan judul diatas, kita sebenarnya mau membahas perihal tentang bahaya dari membiarkan sifat Malas sehingga menjadi sebuah kebiasaan. Kenapa saya tulis bahaya? Jadi kesannya kayak serem gimana gitu. Tapi emang bener kok dan saya nggak berlebihan apabila melabeli sifat malas dengan kata 'Bahaya'. Kamu bisa perhatikan alur atau proses bahaya dari membiarkan sifat malas, perhatikan dibawah ini

MALAS ➡ TIDAK MAU KERJA/BELAJAR ➡ SUKA MENCARI JALAN PINTAS ➡ MENGGAMPANGKAN SEGALA SESUATU ➡ TERBENTUR DEATHLINE ➡ BERBOHONG ➡ KETAHUAN ➡ TIDAK LULUS / DIPECAT.

Dari uraian diatas bisa saya contohkan atau uraikan begini:
Jika kamu malas, kamu tentu tidak mau bekerja keras atau belajar tekun untuk mencapai sesuatu yang kamu inginkan. Hingga akhirnya kamu mencari jalan pintas dengan cara menggampangkan suatu persoalan. Dan pada saat kamu sudah mulai menggampangkan sesuatu hal, cepat atau lambat akan menjadi kebiasaan hingga kamu akan mulai kehilangan sifat disiplin. Kamu tak peduli lagi dengan Deathline yang sudah didepan mata. Hingga pada hari H kamu tak mampu memenuhi kewajiban yang sudah menjadi tanggungjawabmu lalu pada akhirnya kamu akan mencari alasan dengan cara BERBOHONG.

Perlu kamu tahu, kebohongan itu akan melahirkan kebohongan lainnya dan jika sudah terjadi kamu akan sulit untuk berhenti. Sayangnya kebohongan itu PASTI akan selalu terungkap, dimanapun dan kapanpun kejadiannya, hanya masalah waktu yang membedakan. Nah, saat kebohonganmu terbongkar apa konsekuensi yang tepat untuk ditanggungkan kepadamu? Jika kamu dilingkungan kerja, pemecatan adalah konsekuensi yang setimpal, dan jika masih dilingkup pendidikan/sekolah, kamu pantas untuk tetap tinggal dan sekelas bersama adik kelasmu.

Tak cukup sampai disitu, dampak dari sifat malas akan berlanjut saat kamu sudah dipecat dan menjadi pengangguran. Saat itulah perang besar melawan sifat malas akan dimulai. Jika kamu kalah, kamu akan cepat merasa putus asa dan cenderung merasa nyaman dengan keadaan yang isinya kegiatan bangun siang dan begadang sampai larut malam sudah gitu bokek lagi.

Bokek? Ya, jangan harap pengangguran bisa tiap hari dompetnya bakal terisi uang, yang ada isinya catatan bon rokok sama kopi diwarung yang makin menggunung. Cepat atau lambat kesulitan keuangan ini akan memaksamu berpikir bagaimana untuk bisa mendapatkan uang, tapi jika sifat pemalas sudah terlanjur melekat dan tumbuh menggerogoti pikiranmu maka yang terpikir pasti 'Bagaimana bisa mendapatkan uang dengan MUDAH tanpa harus susah KERJA Ya?'

Jika sudah begitu saya bisa menebak kemana arah pemikiranmu akan tertuju. Biarkan aku memberikan beberapa pilihan jawabanku.

1. JUDI
Jika kamu seorang pemalas yang sedang butuh uang dan tak mau susah payah untuk mendapatkannya, judi akan kamu anggap sebagai penolongmu. Kamu akan menganggap dirimu sebagai dewa judi yang bermain dengan cerdas dan hati-hati serta sesumbar tak mungkin akan merugi hingga menganggap judi sebagai mata pencaharianmu.

Jika sudah seperti itu kehancuran total masa depanmu sudah setengah jalan. Kamu gak sadar kalau dimanapun tempatnya judi tak akan bisa membuatmu kaya, karena apa? Karena kamu tak mungkin bisa mengalahkan Tuhan. Pada dasarnya judi adalah memainkan keberuntunganmu, keberuntunganmu berasal dari takdirmu dan takdirmu ditentukan oleh Tuhanmu. Secara tak langsung berjudi berarti 'Kamu tak akan pernah menang'. Karena saya belum pernah mendengar manusia bisa menang melawan Tuhannya.

2. HUTANG
Ketika judi membuatmu kalah, kamu akan mulai berhutang untuk? Ya benar modal melakukan judi lagi. Kamu berharap uangmu yang kalah kemarin bisa kamu ambil lagi dengan memenangkan perjudian yang kali ini menggunakan suntikan modal dari dana hasil Hutang. Akhirnya kalah lagi dan hutangpun semakin membengkak. Suram!

3. MENIPU
Ketika hutangmu menggunung kamu akan dikejar-kejar penagih hutang sampai kamu merasa hidupmu tidak tenang. Saat pikiranmu kacau kamu tidak bisa fokus untuk menyelesaikan masalahmu, padahal inti permasalahanmu adalah Uang, dan mencari uang haruslah bekerja. Kamu akan merasa melamar kerja dan menunggu panggilan interview saja sudah makan waktu lama banget, belum lagi kalau keterima musti nunggu 1bulan buat gajian sementara si penagih hutang sudah tak memberikanmu waktu lagi. Akhirnya dengan segala desakan dan tekanan kamu akan mencari cara termudah dan tercepat untuk mendapat uang yaitu dengan menipu. Entah itu menipu teman sendiri, keluarga maupun orang lain.

Tahukah kamu ketiga poin diatas saling terhubung dengan inti permasalahannya adalah uang. Sementara faktor penyebabnya adalah kemalasan tadi. Jika sudah sampai di poin yang ke 3 dari poin diatas, kamu sudah menjadi seorang kriminal dan tentu saja tinggal menunggu waktu hingga hukum akan datang dan menjeratmu. Sungguh berbahaya sekali dampak dari sifat malas. Sebelum semua terjadi, sekali lagi hindari rasa malas dan hindari juga kebiasaan berbohong.

No comments:

Post a Comment

CONTACT

Follow by Email