Sunday, June 10, 2018

Teman Maya Di Kaki Gunung Gamalama


"Sok-sokan ngerti Gunung Gamalama, padahal tahu bentuk gunungnya aja dari Google Image dan perihal nama Gamalama, jujur saja yang pertama muncul di kepalaku saat mendengar nama itu adalah sosok seorang presenter transgender terkenal Dorce Gamalama. Belakangan aku baru tahu kalau Gamalama adalah nama gunung berapi di kepulauan Ternate".

Ya kepulauan Ternate, sebuah pulau yang memiliki perbedaan jarak dan waktu yang amat kontras dengan pulau tempatku berdiri saat ini, pulau Jawa. Namun bukan soal jarak juga bukan waktu yang aku bicarakan disini. Melainkan sosok gadis manis yang tinggal di pulau yang terkenal dengan rempah-rempahnya itu.

"Persetan dengan jarak dan waktu, ketika sosial media datang, semuanya tunduk dan bersimpuh di hadapannya".

Benar sekali, gadis manis bernama Noviyana Shiali itu pertama kali kukenal melalui media sosial Twitter (aslinya sih Facebook, cuman biar agak keren dikit dan nggak terkesan alay). Disebuah grup para Blogger kedua akun kami dipertemukan.

Alkisah, malam itu sejujurnya saya sedang kesal lantaran timeline Facebook saya penuh dengan postingan-postingan sampah dari salah seorang member di grup Blogger tersebut. Grup yang sejatinya saya ikuti karena ingin menambah dan berbagi ilmu perihal Blogging justru malah disalah gunakan sebagai ajang caper dengan lawakan-lawakan khas anak Meme. Entah apa yang membuat saya kemudian justru malah ikut-ikutan "nyampah" pun pula dengan joke yang sepersekian detik melintas di kepala.

Usai posting, beberapa saat setelahnya beberapa notifikasi berupa komentar dan ekspresi bermunculan. Iseng saya cek siapa-siapa yang terhibur dengan joke spontan itu (memberikan ekspresi tertawa saya anggap dia terhibur). Dan salah satu ekspresi tertawa datang dari salah satu akun dengan foto profil seorang cewek. Cantik, manis bahkan aku sempat mengira itu fake account karena biasanya jarang ada Blogger cewek yang ikut nimbrung dipostingan sampah macam itu.

Dengan sadar dan disengaja, sayapun tertarik untuk stalking akun tersebut. Sialnya, beberapa post di set sebagai privasi atau hanya yang berteman saja yang bisa melihat album fotonya. Sayang sekali upaya untuk mendapatkan informasi tentangnya ternyata tak cukup hanya sekedar stalking saja. Hingga rasa penasaranlah yang akhirnya memaksaku untuk menggerakkan jempol kearah tombol "Add friend". Dan lagi-lagi saya harus kecewa untuk kesekian kalinya. Tombol add friend pun juga di privat. Astaga apa sih yang cewek ini pikirkan? Buat apa main sosmed kalau tak ingin berinteraksi dengan orang lain? pikirku saat itu sedikit kesal.

Saat akan menyerah untuk mencari informasi tentangnya, perhatianku teralihkan ke tombol Messengger. Mungkin dengan mengirimnya pesan dia akan membuka privat settingnya untukku. Baru saja mau menekan tombol pesan tersebut tiba-tiba saja ada notifikasi masuk. Bukan di kolom pemberitahuan, melainkan di kolom permintaan teman. Dan ternyata dialah yang mengirimi saya permintaan tersebut. Tak mau membuatnya menunggu lama, akupun langsung menekan konfirm untuk menerima permintaan pertemanannya.

Senang? Tentu saja, karena dengan begini aku bisa segera mendapati informasi tentangnya, minimal melihat foto-fotonya lah. Namun, alih-alih stalking aku malah lebih memilih untuk mencoba mengajaknya ngobrol via messenger. Cukup hanya dengan sekali sapa, dia langsung membalasnya dengan sangat ramah. Obrolan terus berlanjut, semakin lama kami mengobrol, akupun semakin merasa yakin bahwa akun bernama Noviyana Shiali ini benar-benar seorang perempuan tanpa perlu aku susah-susah untuk stalking timelinenya dengan sendirinya prasangkaku yang sempat mengira akunnya palsu pun sirna.

Sedikit tentangnya, dari beberapa kali mengobrol aku bisa merasakan bahwa dia sosok yang ramah, cerdas dan wawasannya pun luas. Ditambah, ternyata beberapa waktu lalu dia baru saja resmi bergelar S1 Sastra Inggris. BTW, selamat ya Nov.

Memang, aku belum cukup lama mengenalnya, tapi sebagai sesama Blogger, aku cukup terkesan dengan beberapa tulisannya. Dan hanya dengan membaca beberapa tulisan yang dia torehkan diblog pribadinya www.noviyanashiali.com, aku sudah langsung tahu bahwa dia memiliki bakat sebagai seorang penulis yang hebat.

Bahkan ada salah satu artikel yang dibuatnya dan membuatku terus mengingatnya meski hanya sekali baca. Artikel itu berjudul "Realita (dan) Dunia Maya". Bahkan ada salah satu petikan yang aku sukai.

    Jika ada yang bertanya, bentuk kesenangan dan kenyamanan seperti apa yang ditawarkan oleh dunia maya? Jawabannya tentu saja adalah kesenangan dan kenyamanan yang berupa kebebasan dalam mengekspresikan perasaan, meluapkan isi pikiran, mengakses informasi dan intimasi antar cyber society

Entahlah, aku hanya merasa petikan tersebut menggambarkan apa yang baru saja aku rasakan saat ini. Tentang kesenanganku menuliskan segala bentuk pemikiran, ide sekilas dan pengalaman hidup sebelum semua itu lenyap terkikis pendeknya durasi ingatan. Dengan menulis di dunia maya, perasaan bebas dan lepas dari segala bentuk tekanan bisa dengan mudah aku rasakan yang membuat kata demi kata akhirnya lahir secara spontan tanpa ada paksaan dan batasan.

Untuk saat ini mungkin hanya sebatas ini yang bisa aku kisahkan tentang sosok Teman Maya yang manis di kaki Gunung Gamalama. Dan untuk selanjutnya, siapa yang tahu, mungkin akan ada lagi kejutan-kejutan tak terduga darinya. Tunggu saja...

Baca tulisan-tulisan keren dari Noviyana Shiali di:
www.noviyanashiali.com

No comments:

Post a Comment

CONTACT

Ikuti Saya Di Google+

Follow by Email